Blog Details

Our Latest News

image

Psikotes Calon Pekerja Migran LPK Kazoku

Surabaya, 2025 – Brilian Psikologi menjalin kerja sama dengan LPK Kazoku dalam pelaksanaan psikotes bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Program ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan para calon pekerja migran, bukan hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga dari kapasitas berpikir, kesehatan mental, dan kesiapan kepribadian sebelum mereka diberangkatkan ke negara tujuan.


Kebutuhan akan psikotes ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, pemerintah melalui BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) mewajibkan adanya pemeriksaan psikologis sebagai salah satu tahapan seleksi. Tujuannya adalah melindungi CPMI dari potensi permasalahan di luar negeri, seperti tekanan kerja, kesulitan adaptasi budaya, maupun risiko penurunan kesehatan mental akibat kondisi kerja yang penuh tantangan. Dengan adanya psikotes, LPK pengirim dapat memastikan hanya mereka yang benar-benar siap secara psikologis yang diberangkatkan.


Brilian Psikologi sebagai lembaga profesional hadir memberikan layanan psikotes yang terstandarisasi dan objektif. Dalam proses asesmen, aspek yang diperhatikan mencakup kecerdasan umum (intellectual capacity), kemampuan menghadapi situasi kerja yang menekan (stress tolerance), serta karakter dan kepribadian peserta. Ketiga aspek tersebut dinilai krusial karena bekerja di luar negeri sering kali menuntut kecepatan berpikir, daya tahan mental, serta kestabilan emosi dalam menghadapi tantangan yang mungkin berbeda jauh dengan kondisi di tanah air.


Pelaksanaan psikotes dilakukan secara sistematis dan profesional oleh tim psikolog berpengalaman dari Brilian Psikologi. Setiap peserta diberikan tes yang mengukur kemampuan berpikir logis, penalaran, pengambilan keputusan, serta ketahanan dalam menghadapi tekanan. Di samping itu, aspek kepribadian juga dinilai untuk melihat apakah peserta memiliki sikap yang kooperatif, bertanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Hasil asesmen tidak hanya memberikan gambaran kesiapan individu, tetapi juga menjadi dasar rekomendasi untuk pembekalan lanjutan sebelum CPMI diberangkatkan.


LPK Kazoku mendapat apresiasi karena telah memberikan perhatian lebih pada aspek psikologis CPMI. Selama ini, banyak pihak hanya menekankan pada keterampilan teknis dan pelatihan bahasa, sementara kesiapan mental kadang terabaikan. Padahal, kenyataannya, banyak kasus pekerja migran yang menghadapi tekanan berat karena tidak siap secara psikologis. Dengan langkah yang dilakukan oleh LPK Kazoku bersama Brilian Psikologi, para CPMI dipersiapkan secara lebih menyeluruh, sehingga peluang mereka untuk sukses di luar negeri menjadi lebih besar.


Program ini juga menunjukkan komitmen LPK Kazoku dalam mengikuti aturan pemerintah sekaligus melindungi calon pekerja migran sejak tahap awal. Kolaborasi dengan Brilian Psikologi menegaskan bahwa kualitas SDM harus menjadi prioritas utama, bukan hanya demi kepentingan perusahaan, tetapi juga demi keselamatan, kesejahteraan, dan keberhasilan para pekerja migran di masa depan.


Brilian Psikologi menyampaikan bahwa hasil psikotes ini akan membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi peserta. Dengan begitu, pihak LPK maupun keluarga dapat lebih tenang karena mengetahui bahwa CPMI yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi yang tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan psikologis.


Melalui kerja sama ini, diharapkan standar pelatihan dan keberangkatan CPMI terus meningkat. Dengan peserta yang siap secara mental, cerdas, tangguh, dan memiliki kepribadian yang sehat, pekerja migran Indonesia dapat lebih percaya diri dan produktif saat bekerja di luar negeri, sekaligus membawa nama baik bangsa.


 

WhatsApp